Dibalik Black Campaign dan Kerendahan Hati Untuk Melihat Dari Berbagai Sisi

Aduh, udah lama ga nulis tau-tau muncul pake judul yang berat. Hidup gue makin berat mungkin belakangan ini *eh kok curhat?* haha kidding!

Jadi gini, gue ngeliat sebuah postingan yang memilukan hati tentang orangutan. Disitu ada foto seekor orang utan yang keliatan sakit karena kulitnya banyak terkelupas gara – gara luka bakar. Artikel itu ujung – ujungnya ngeblame perusahaan yang bergerak di bisnis kelapa sawit dan kemudian ngajak pembaca untuk boikot semua penggunaan minyak kelapa sawit. Di artikel itu kemudian nyisipin iklan penjualan buku di amazon yang judulnya ‘The shocking Truth About Palm Oil: How It Affects Your Health and the Environment.’ Gue googling, sayangnya buku itu ga dijual di Indonesia. Gue traced siapa penulis bukunya, ternyata beliau itu seorang ahli gizi yang banyak nulis buku tentang minyak, bahkan banyak ngeluarin riset positif tentang minyak sawit. Dia juga nulis buku yang judulnya ‘The Palm Oil Miracle’. Dari 2 buku yang dijual di Amazon itu, gue bacain customer reviewnya dan komennya pada positif. Bingung? Hmm..

Lalu gue ngelakuin research sedikit di internet tentang foto orang utan dengan kulit terbakar yang dipajang di artikel tersebut. Bookk, itu gede banget fotonya bener – bener ngebuat gue sedih. Ternyata, itu foto orang utan yang pernah menyusup ke kebun – kebun warga di Pontianak tahun 2012. Setelah banyak merugikan warga, akhirnya warga ngelaporin orang utan itu ke pihak – pihak terkait yang akhirnya ngebuat tim gabungan ngelibatin petugas medis, dokter hewan, LSM lingkungan seperti Yayasan IAR, WWF Indonesia, Gemawan, Perwakilan Forum Konservasi Orangutan Kalimantan Barat (FOKKAB), Yayasan Titian, pengawasan dari masyarakat dan jurnalis. Ini bukan kasus orangutan yang jadi korban kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seperti yang dituduhin. Mau baca kronologi evakuasinya? Seru lho, dibuat sama pihak WWF sepertinya: http://awsassets.wwf.or.id/downloads/kronologis_ou_wajok_hilir.pdf

Blunder? Iya banget. Sama seperti kasus yang berkembang sekarang terkait penistaan agama dan semacam “kudeta” kepada presiden. Blunder? Iya. Makanya gue gamau terlalu detail daripada nanti “dikasushukumkan” seperti yang marak terjadi :p Tapi coba deh, kalau dapet suatu informasi tuh mbok ya belajar cari tau dulu gimana sih duduk perkaranya. Seperti apa sih pandangan dari sisi yang berbeda. Sumbernya kredibel atau engga. Mengandung unsur provokatif yang akan merugikan pihak – pihak tertentu atau engga. Dan lain sebagainya yang mungkin dalam perkataan baik lisan atau tulisan dapat menyakiti hati-minimal ngebuat orang ngebathin. Cari dulu informasi sedalam – dalamnya, jangan cuma ngikut apa kata orang. Susah beb, sekarang mah yang deket bisa jadi jauh cuma gegara statement. Mau niatnya baik ato engga, tetep aja kalo udah sensi mah gawat. *lah ini kok lanjut curhat*

Ah, anyway. Sudahi sajalah postingan ini. Topiknya bikin lelah kebanyakan mikir. Gue udah semakin dewasa tampaknya *wey, naoooonnnn????

 

Disclaimer: Hidup gue ga berat seperti yang tertera di paragraf pertama. Well, at least, gue berusaha to make it simple. Lol.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *