Sharing is Caring

It’s important that we share our experiences with other people. Your story will heal you and your story will heal somebody else. When you tell your story, you free yourself and give other people permission to acknowledge their own story. – Iyanla Vanzant

Udah lama gue ga berbagi cerita di blog ini, sampe akhirnya sebulan lalu domain gue dihack dan baru sadar beberapa hari lalu. Emang bener kata orang, you don’t know what you’ve got until it’s gone. So, my apologize dear value readers..(berasa banyak yang bacain blog ini aja, lol)

Gue selalu berusaha memposisikan diri gue ada di pihak ketiga yang mengamati fenomena. Selama gue away dari dunia penulisan ini, gue mengamati beberapa hal mengenai sudut pandang. Perbedaan budaya ternyata cukup banyak mempengaruhi sudut pandang kita terhadap sesuatu. Additionally, pengalaman seseorang juga ternyata menjadi faktor penting terhadap pola pikir, tingkah laku dan sudut pandang seseorang. Kalau kata orang komunikasi, we cannot not communicate. Tapi yang paling penting itu tetep bagaimana penyampaian pesan (komunikasi) itu bisa diterima dengan baik oleh komunikan sesuai dengan apa yang diharapkan sang komunikator. Nah, hal – hal yang gue sebutkan diatas itu bisa jadi bias dalam sebuah komunikasi.

Iyanla Vanzant bilang, penting buat kita sharing our experiences. Kalau kita berpikir dari sudut pandang yang (misalnya tarohlah sudut 45 derajat) mungkin kita bisa mengintrepretasikan bahwa maksud orang tersebut adalah untuk menginsiprasi seseorang untuk berbuat lebih baik. Di sudut 90 derajat, orang berpikir bahwa sang komunikator cuma pengen curhat doang masalah hidupnya. Di sudut lainnya, ada yang berpikir bahwa sang komunikator membanding – bandingnya aspek – aspek pengalamannya terhadap aspek – aspek yang dia hadapi dimasa sekarang. Disisi lainnya lagi, orang bilang si komunikator cuma bragging doang.

Kita memang gabisa mengatur apa yang orang lain pikirkan terhadap kita, kita juga gabisa mendirect seseorang atas bagaimana dia mengintrepretasikan sesuatu di lingkungannya. Yang pasti bisa kita lakukan adalah membuka pikiran, bahwa ada hal – hal di dunia ini yang gabisa kita paksain untuk sesuai dengan apa yang ada di pikiran kita, dan akhirnya kita harus bisa pasrah dan legowo nerima dan hidup dengan perbedaan. Semacam agree not to disagree.

Anyway, penyampaian ini pasti juga membingungan buat kalian. Kalian juga pasti mempertanyakan sebenernya ini si Putu nulis apa sih..Haha. silahkan berintrepretasi dan berpikir dengan sudut pandang kalian. Let me know your thoughts ya! 🙂

Cheers,

Putu.

  2 comments for “Sharing is Caring

  1. abracadabra
    September 7, 2015 at 7:56 pm

    Does it mean if we dont share we dont care?
    How do you think about that? 😉

    • Putu Agnia
      October 20, 2015 at 3:51 pm

      Nope. people have rights whether they want to share or not. the one who shares might only wants to brag, who knows? :p again, its a matter of mindset. if you think you wanna share your thoughts just because you care, it’s good. But if its not, its better to remain silence instead of bragging or offending others. lol. thanks for the comment btw! 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *